Energi Baru Bukan Sekadar untuk Industri

Posted by on Nov 10, 2014 in News | 0 comments

Energi Baru Bukan Sekadar untuk Industri Kliping Jakarta, CNN Indonesia — Untuk jangka panjang, sumber energi yang terbarukan bakal sangat bermanfaat untuk peningkatan ketahanan nasional. Data dari Buku Outlook Energi Indonesia 2014 (OEI 2014) menjelaskan permasalahan energi saat ini dan prediksi pasokan energi untuk kurun waktu 2012-2035.  Adanya keterbatasan sumber daya energi dapat menyebabkan total produksi energi dalam negeri tidak mampu lagi memenuhi konsumsi domestik pada tahun 2030, sehingga Indonesia akan menjadi negara ‘net importir energi’, yang berarti ketergantungan yang tinggi pada impor energi. Untuk itu, sangat diperlukannya penerapan atau penemuan baru demi mempertahankan energi nasional. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menerapkan fuel cell sebagai industri sumber energi terpusat. Fuel cell adalah perangkat elektro-kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. BPPT melihat fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakar internal di kendaraan, menyediakan energi pada pengisian BBM, dan mendistribusikan aplikasi pada transportasi dan BTS ke aplikasi pembangkitan. Adapun potensial sumber mentah yang dapat menghasilkan energi hidrogen melalui sumber terbarukan. Bahan-bahan yang dapat memproduksi energi hidogren antara lain metanol, air, biomass, dan lembah cair. Dibantu dengan dibangunnya energi nuklir, sebuah PLTN juga dapat memproduksi hidrogen. Perusahaan Pertamina sebagai salah satu instansi yang tergabung di dalam asosiasi Indonesian Association for Fuel Cell and Hydrogen Energy (INAFHE) juga diyakini akan membantu mengkonversi minyak menjadi gas. “Teknologi fuel cell dan hidrogen akan menjadi suatu industri yang akan memberikan efek positif bagi ekonomi nasional,” ujar Eniya Listiani selaku Direktur Pusat Teknologi Material BPPT, yang ditulis CNN Indonesia, Rabu (15/10). Energi ramah lingkungan Asosiasi INAFHE yang bekerjasama dengan instansi pendidikan Toulouse Perancis tersebut meyakini bahwa energi terbarukan memang harus membawa dampak positif, tidak hanya untuk kepentingan negara namun juga lingkungan. Perwakilan dari Kedutaan Besar Perancis, Joel Le Bail juga sangat prihatin atas perubahan iklim yang tengah melanda Bumi. “Tantangan ini (perubahan iklim) sifatnya universal, maka kerja sama antar negara sangat penting demi mencari solusi untuk mencegah kondisi Bumi yang sudah semakin buruk,” terang Bail, ditemui di tempat yang sama. Sekretaris BPPT, Jumain Appe menambahkan, batu bara sebagai sumber energi yang konvensional sebetulnya masih bisa tetap dimanfaatkan karena potensinya masih sangat besar, tapi akan menciptakan banyak polusi. Sementara Eniya menjelaskan bahwa tahun depan akan diluncurkan mobil dengan bahan bakar hidrogen di Kanada, Amerika Serikat, dan Jepang. Walau belum jelas perusahaan mobil apa yang dimaksud oleh Eniya, ia juga menyampaikan bahwa Jepang akan merilis hidrogen sebagai BBM kendaraan pada 2019 mendatang. Sumber :...

Read More

Kita Ingin Fuel Cell Bisa Dinikmati Masyarakat Banyak

Posted by on Nov 8, 2014 in News | 1 comment

Kita Ingin Fuel Cell Bisa Dinikmati Masyarakat Banyak Kliping Sebagai salah satu sumber energi terbarukan, fuel cell dianggap sebagai solusi energi yang memiliki potensi menjanjikan. Dengan sifatnya yang secara langsung mampu mengubah energi kimia menjadi energi listrik, fuel cell berpotensi mengganti mesin pembakaran internal pada kendaraan sekaligus menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan tersebut. Melihat besarnya potensi dan peluang fuel cell dimasa depan di Indonesia, BPPT menginisiasi dibentuknya Indonesia Association Fuel Cell and Hydrogren Energy (INAFHE) sebagai wadah bagi seluruh elemen yang bergerak di bidang pengembangan fuel cell di Indonesia. Menurut Direktur Pusat Teknologi Material BPPT yang juga adalah Ketua INAFHE, Eniya Listiani Dewi, dengan dibentuknya INAFHE diharapkan pengembangan energi fuel cell dan hidrogen di Indonesia akan lebih pesat dan terarah. “Salah satu tujuan terbentuknya INAFHE ini adalah untuk memajukan dan mengembangkan Iptek pada energi fuel cell dan hidrogen untuk kepentingan masyarakat banyak. Tujuan inilah yang harus kita jaga dan wujudkan,” terangnya usai deklarasi penandatanganan pembentukan INAFHE, pagi tadi di BPPT (14/10). Dengan anggota yang berasal dari berbagai unsur, Eniya menambahkan, diharapkan INAFHE dapat memperkuat serta memperluas jaringan kerjasama lintas sektor. “Anggota INAFHE terdiri dari berbagai unsur mulai dari badan Litbang, pendidikan, pemangku kebijakan sampai pada pihak swasta, kami berharap akan membawa banyak kemudahan baik bagi pelaku bisnis maupun pemerintah dalam usaha pengembangan energi fuel cell Indonesia,” pungkasnya. Sebagai informasi, anggota INAFHE terdiri dari BPPT, LIPI, BATAN, Kementerian ESDM, ITB, UGM, Universitas Kebangsaan Malaysia, Pertamina, Total, PT Cascadiant Indonesia dan Perusahaan Prancis Air Liquide Hydrogen . Penandatangan deklarasi dilakukan oleh seluruh perwakilan dan Anggota INAFHE dan disaksikan oleh Kepala BPPT serta Perwakilan Kedubes Prancis. Sumber :...

Read More

Fuel Cell Energi Masa Depan

Posted by on Oct 28, 2014 in News | 0 comments

Fuel Cell Energi Masa Depan Kliping EBTKE–Tantangan terpenting yang akan dihadapi dunia kedepan, salah satunya adalah kebutuhan energi yang terus meningkat. Di satu sisi, energi jelas mempunyai peranan penting guna menciptakan ketahanan nasional. Pada dasarnya, sumber energi ada dua macam yaitu sumber energi konvensional seperti batubara, petroleum, gas alam, dan sumber energi terbarukan seperti energi matahari, fuel cell, thermo-electric generator, pembangkit listrik tenaga angin dan sebagainya. Bersamaan dengan pencarian sumber energi terbarukan untuk jangka panjang, diperlukan juga sumber energi yang ramah secara lingkungan. Salah satu kandidat dan sangat menjanjikan sebagai solusi sumber energi untuk masa depan dunia adalah fuel cell. Fuel cell adalah perangkat elektro-kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Dasar struktur fisik fuel cell terdiri dari lapisan elektrolit diapit oleh anoda dan katoda di sisi lain. Fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakaran internal di kendaraan dan menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan serta merupakan aplikasi energi portable yanghemat, bersih, dan relatif fleksibel. Ada banyak pilihan potensial sumber mentah dari sumber terbarukan untuk mengasilkan hidrogen. Sebagai sebuah teknologi yang secara potensi dapat dimanfaatkan secara luas untuk berbagai aplikasi -termasuk transportasi, mikro power, BTS, untuk bangunan dan didistribusikan ke aplikasi pembangkitan, dan sumber energi terpusat-, aplikasi fuel cell tersebut akan menjadi industri yang berkembang di seluruh dunia. Pada jangka pendek, produksi hidrogen yang terdistribusi melalui reform gas alam atau dengan elektrolisis- akan menjadi pendekatan yang paling memungkinkan untuk memperkenalkan teknologi hidrogen dan awal untuk membangun sebuah infrastruktur hidrogen. Sedangkan pada jangka panjang, fasilitas produksi hidrogen skala besar yang tersentralisasi berbasis pada produksi hidrogen melalui gasifikasi batubara dan melalui gasifikasi biomassa akan memberi keuntungan sekala ekonomi serta akan dibutuhkan untuk memnuhi kebutuhan hidrogen dan di masa yang akan datang akan memberikan efek yang positif bagi ekonomi nasional. Berdasarkan data dari Buku Outlook Energi Indonesia 2014 (OEI 2014) digambarkan tentang permasalahan energi saat ini serta proyeksi kebutuhan dan pasokan energi untuk kurun waktu 2012-2035. Disampaikan bahwa keterbatasan sumber daya energi menyebabkan pada tahun 2033 total produksi energi dalam negeri (fosil dan EBT) sudah tidak mampu lagi memenuhi konsumsi domestik sehingga Indonesia akan menjadi negara net importir energi untuk skenario dasar. Pada skenario tinggi menjadi net importir energi lebih cepat lagi yaitu pada tahun 2030 karena peningkatan kebutuhan energi yang lebih tinggi. Untuk pasokan gas, Indonesia akan menjadi negara net importir gas pada tahun2023, berdasarkan data neraca gas 2012-2025. Ketergantungan impor energi yang tinggi dapat membahayakan ketahanan energi nasional, karenanya upaya-upaya seperti diversifikasi energy mutlak diperlukan. Untuk itu seminar ini diharapkan mampu memberikan informasi terbaru tentang fuel cell dan teknologi hidrogen dan hasil dari seminar dan memotivasi para ilmuwan peneliti dan pengampu kebijakan di Indonesia, untuk menciptakan suatu penemuan baru. Sebagai salah satu sumber energi terbarukan,...

Read More

Indonesia Butuh Energi Nuklir

Posted by on Oct 28, 2014 in News | 0 comments

Kliping Jakarta, CNN Indonesia — Indonesia dianggap perlu meningkatkan ketahanan energi karena bahan bakar fosil sudah semakin berkurang. Menyadari pentingnya peningkatan energi, Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan instansi pendidikan Perancis, Universite de Toulouse, menjalin sebuah asosiasi bernama Indonesian Association for Fuel Cell and Hydrogen Energy (INAFHE). Bertempat di gedung BPPT, Thamrin, Jakarta pada Selasa (14/10), deklarasi INAFHE dihadiri oleh Eniya Listiani selaku direktur Pusat Teknologi Material, Jumain Appe selaku Sekretaris Utama BPPT, Taswando Taryo sebagai kepala deputi bagian teknologi energi nuklir dari Batan, serta empat perwakilan instansi pendidikan Toulouse, Perancis. Taswando menerangkan, Indonesia dapat memanfaatkan penggunaan energi hidrogen dan nuklir, karena potensi yang dimiliki sangat besar. “Hidrogen harus terus ditingkatkan penggunaannya agar BBM kita bisa diganti dengan hidrogen itu sendiri,” jelasnya. Sejauh ini, penggunaan hidrogen memang sudah digunakan di berbagai tempat seperti pabrik pupuk, namun hanya sekadar sebagai bahan pokok kimia. Sementara pengembangan nuklir sendiri juga diyakini merupakan langkah yang harus mulai diterapkan dari sekarang. “Indonesia ini krisis energi. Di pulau Jawa hanya 30 persen area yang memiliki energi listrik. Jika nuklir dikembangkan, fungsinya multi,” lanjut Taswando. “Tak hanya sebagai untuk listrik, nuklir bisa menghasilkan temperatur di atas 800 derajat celcius untuk menciptakan hidrogen.” Jumain juga menambahkan, Indonesia tidak bisa melulu mengandalkan sumber energi konvensional seperti batu bara dan gas alam. Geotermal di Indonesia juga tidak akan mencukupi terus-menerus sehingga energi terbarukan jangka panjang perlu dirancang, setidaknya mulai 2015 mendatang. “Harus gencar, karena pembangunan reaktor nuklir itu lamanya 10 tahun. Negara seperti Perancis sudah menerapkan ini,” ujar Jumain. Deklarasi INAFHE di gedung BPPT termasuk ke dalam rangkaian acara seminar bertema Techincal Challenges in the Field of Renewable Energy 2014: Fuel Cell, Hydrogen Technology, and Nuclear Energy. Diawali dengan penandatangan MoU oleh kepala BPPT, Unggul Priyanto, kemudian disusul oleh beberapa perwakilan yang tergabung dalam asosiasi INAFHE. Asosiasi INAFHE merangkul beberapa industri seperti Pertamina, LIPI, Batan, BPPT, dan sejumlah instansi pendidikan lokal seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. (eno/eno) Sumber...

Read More

BPPT Gandeng Universitas Toulose Prancis Kembangkan Teknologi Fuel Cell dan Hidrogen

Posted by on Oct 28, 2014 in News | 0 comments

BPPT Gandeng Universitas Toulose Prancis Kembangkan Teknologi Fuel Cell dan Hidrogen Kliping [JAKARTA] Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng Universite Federale Toulouse Prancis dalam riset pengembangan energi terbarukan fuel cell dan hidrogen yang bisa dijadikan energi masa depan. Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan BPPT terus memperbanyak kerja sama di bidang energi baru terbarukan (EBT). Dalam kesempatan ini BPPT menjalin kerja sama dengan universitas dari Prancis lewat saling tukar menukar pengalaman, karena Perancis memiliki pengetahuan berupa teknologi tinggi nuklir, hidrogen dan fuel cell. “Beberapa orang BPPT nanti akan mengambil pendidikan di sana. Kita di sisi keilmuwan saling tukar menukar teknologi,” katanya di sela-sela penandatangan MoU BPPT dan Universitas Toulouse Prancis di Jakarta, Selasa (14/10). Unggul meyakini kerja sama ini akan meningkatkan capacity building, pengetahuan sehingga dapat menambah kapabilitas untuk menghasilkan inovasi di bidang energi. “Selama ini kita banyak bekerja sama dengan Jepang, sekarang kita coba sama Eropa,” ucapnya. Fuel cell atau sel bahan bakar adalah perangkat elektro kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Dasar struktur fisik fuel cell terdiri dari lapisan elektrolit diapit oleh anoda dan katoda di sisi lain. Fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakaran internal di kendaraan dan menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan serta merupakan aplikasi energi portable yang hemat, bersih dan relatif fleksibel. Ada banyak pilihan potensial sumber mentah dari sumber terbarukan untuk menghasilkan hidrogen. Fuel cell juga merupakan sebuah alat elektrokimia yang mirip baterai, tetapi berbeda karena dirancang untuk dapat diisi terus reaktannya yang terkonsumsi yaitu memproduksi listrik dari penyediaan bahan bakar hidrogen. Jika elektrode dalam baterai bereaksi dan berganti pada saat baterai diisi atau dibuang energinya sedangkan elektrode sel bahan bakar relatif stabil. Perwakilan University Toulouse di Indonesia Jean Paul Toutain mengungkapkan kerja sama antara Indonesia dan Universitas Toulouse merupakan kerja sama yang sangat baik di bidang akademik dan riset. Attache for Scientific Coorperation French Embassy Joel Le Bail memandang saat ini dunia mengalami tantangan dalam menghadapi pemanasan global, dengan meningkatnya temperatur. “Ini menjadi tantangan universitas dan kita bersama untuk menemukan solusi untuk menurunkan emisi CO2 dan kita harus melakukan aksi nyata,” ucapnya. Setiap manusia lanjutnya tentu membutuhkan energi, namun bagaimana energi yang digunakan bisa menurunkan emisi CO2 dan lingkungan tetap terjaga. [R-15/L-8] Sumber...

Read More

BPPT Bakal Kirim Pegawainya Belajar di Universite Toulouse Prancis

Posted by on Oct 28, 2014 in News | 0 comments

BPPT Bakal Kirim Pegawainya Belajar di Universite Toulouse Prancis Kliping. Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengupayakan riset pengembangan energi terbarukan, dengan mengajak kerja sama berbagai pihak baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Kini BPPT menggandeng Universite Federale Toulouse Prancis, dalam bidang riset pengembangan energi terbarukan fuel cell dan hidrogen. Tujuannya untuk memenuhi energi di masa depan. Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan lembaganya menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dari Prancis tersebut, dalam tukar menukar pengalaman. “Prancis memiliki pengetahuan berupa teknologi nuklir, hidrogen, dan fuel cell,” kata Unggul di sela-sela penandatangan MoU BPPT dan Universitas Toulouse Prancis di Jakarta, Selasa (14/10/2014). Dia menuturkan nantinya sejumlah karyawan BPPT akan mengikuti pendidikan di kampus tersebut. Akan ada saling tukar informasi dan teknologi sesama ilmuwan. Menurut Unggul, kerja sama ini akan meningkatkan capacity building dan pengetahuan para pakar BPPT, sehingga bisa menambah kapabilitas dalam menghasilkan inovasi di bidang energi. Dia menjelaskan fuel cell atau sel bahan bakar, merupakan perangkat elektro kimia, yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakaran internal pada kendaraan, dan menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan, serta merupakan aplikasi energiportable yang hemat, bersih, dan relatif fleksibel. Untuk riset pengembangan energi terbarukan ini, BPPT dan Universite Federale Toulouse mengadakan seminar selama tiga hari (14-16 Oktober), yang diikuti puluhan peserta. Sumber...

Read More