Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2018

Posted by on Jul 10, 2018 in Gallery, News | 0 comments

Selamat Kepada Prof. DR-Eng. Eniya Listiani Dewi B.Eng, M.Eng yang telah mendapatkan penghargaan BJHTA 2018 dan menjadi wanita pertama yang mendapatkannya. Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (BJHTA) adalah pemberian penghargaan tertinggi kepada insan pelaku teknologi yang berjasa pada bangsa dan negara memiliki reputasi nasional dalam bidang teknologi dan menghasilkan karya nyata yang memberikan impact di bidang teknologi dalam bentuk inovasi atau invensi yang menghasilkan inovasi. Penghargaan ini diberikan setelah melalui seleksi yang ketat dipilih melalui penilaian yang didasarkan pada kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria tersebut setidaknya memenuhi, Invention for Technological Advancement, Recognition of International Journals, Recognition of Papers International Symposiums, Recognition of The Leadership of Scientific Associations, Recognition of The Patent. Prof. Eniya telah berhasil mengembangkan teknologi fuel cell dengan metode electron transfer, menggunakan bahan baku lokal dan dipasang pada motor juga back up power untuk berbagai peralatan. Keunggulan penelitian saya, pada katalis pereduksi oksigen satu step reaksi menghasilkan air dapat dipakai untuk katalis pada baterai, kemudian fuel cell tidak beremisi, silent dan memiliki efisiensi energi hingga 65 persen. Fuel cell dapat digunakan sebagai back up server, low maintenance, efisiensi tinggi dan tidak beremisi dan gas biohidrogen dari limbah biomassa, energi terbarukan, dapat digunakan untuk menaikkan efisiensi pembakaran serta menggunakan metode green hydrogen. Semoga penghargaan ini dapat semakin memicu semangat untuk terus mengembangkan diri dalam menghasilkan karya nyata teknologi. Berikut daftar yang mendapatkan penghargaan BJHTA sebelumnya. Tahun 2011 Kaharuddin Djenod bidang Teknologi Perkapalan, Tahun 2012 Alisyahbana Haliman bidang Teknologi Pangan, Tahun 2013 I Gede Wenten untuk bidang Teknologi Proses, Tahun 2014 Nurul Taufiqu Rochman bidang Teknologi Material, Tahun 2015 diraih Warsito Purwo Taruno untuk bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Tahun 2016 diraih Tim Garam Farmasi BPPT untuk bidangTeknologi Kesehatan, Tahun 2017 Ibnu Susilo meraih penghargaan di bidang Teknologi...

Read More

World hydrogen energy conference (WHEC) 2018

Posted by on Jun 25, 2018 in Gallery, News | 0 comments

Juni ini pada world hydrogen energy conference (WHEC) Prof. Eniya berkesempatan mempresentasikan paper mengenai kesempatan untuk mengembangkan hidrogen di Indonesia yang tulis oleh member kami. Dalam pemaparan ini disebutkan mengenai sumberdaya alam dan potensi energi dari sumber terbarukan di Indonesia untuk dikonversikan menjadi hidrogen dan pengaplikasiannya. Semoga dengan ini dapat lebih mengenalkan perkembangan teknologi hidrogen dan fuel cell di Indonesia pada...

Read More

WHEC2016

Posted by on Jun 20, 2016 in Gallery, News, Slide Post | 0 comments

WHEC2016 World Hydrogen Energy Conference 2016 (WHEC2016) adalah sebuah perhelatan tingkat dunia mengenai hidrogen energi yang ke 21. Kali ini diadakan di Zaragoza, Spain, setelah dua tahun sebelumnya di gelar di Korea selatan. Berlangsung mulai dari tanggal 13 Juni hingga 16 Juni 2016. Sebagai perwakilan komite internasional dari IAHE acara seperti ini sangatlah penting untuk diikuti, guna untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan penelitian dan juga aplikasi dari energi hidrogen dan fuel cell di dunia. Dan berharap dapat memberi kontribusi positif pada perkembangan penelitan fuel cell dan hidrogen energi di Indonesia. Singkat cerita banyak sekali topik yang menarik, namun semua sama seperti yang diterbitkan pada jurnal-jurnal yang kita baca. Dan yang menjadi trend saat ini adalah hydrogen production menggunakan PEM electrolyzer. Bagi anda yang ingin untuk membaca jurnal IAHE secara offline silahkan kontak kami dan datang untuk membacanya, karena kami mulai tahun ini berlanggan dan dikirm langsung dari penerbit. Berikut beberapa dokumentasi yang bisa diabadikan. Semoga informasi yang sedikit ini bisa bermanfaat dan sampai jumpa di acara WHEC mendatang. Jangan lupa follow twitter kami di https://twitter.com/inafhe untuk info-info menarik lainnya. *dilarang mempublikasikan semua gambar ini ditempat/media lain tanpa izin terlebih dahulu....

Read More

Seminar Smart Energy berjalan sukses.

Posted by on Apr 22, 2016 in Gallery, News | 0 comments

Seminar Smart Energy berjalan sukses. Seminar smart energy yang diadakan atas bekerja sama antara INAFHE dengan Masyarakat Nano Indonesia dilaksanakan pada tanggal 15 April 2016 lalu di Jakarta Convention Center telah berjalan dengan sukses. Kami berterima kasih pada Panitia khususnya dan juga pada para pembicara dan peserta seminar. Terima kasih kami pada para pembicara: Dr. Jarot Raharjo (BPPT), Charles Giroth (PT. Cascadiant), Dr. Wisnu Ari Adi (BATAN), Ir. Hadi Suwarno, M.Eng, Phd (BATAN)  dan Dr. Zulkarnain Jalil (Unsyiah) serta Dr. Hamid Budiman sebagai moderator. Beberapa hari kedepan kami akan coba upload file-file presentasi para pembicara, saat ini menunggu izin dari pembicara yang bersangkutan. Kami pula berharap acara ini akan terus rutin diadakan agar informasi mengenai teknologi fuel cell dan hidrogen dapat diketahui semua masyarakat bukan hanya para peneliti saja. Oleh karena itu kami butuh dukungan Anda dengan ikut berpartisipasi semua kegiatan kami. Salam Terbarukan! ##UPDATE## Berikut file-file presentasi para pembicara. Practice Learning PEMFC and SOFC (Teknologi Fuel Cell dan Aplikasinya: PEMFC dan SOFC) by . Dr. jarot Raharjo Kritalografi, Metode Rietveld dan aplikasinya dalam pembentukan Metal Hydride by. Dr. Wisnu Ari Adi Hydrogen Production and Storage, by Ir. Hadi Suwarno, M. Eng, Phd Status Litbang Material untuk Aplikasi Hydrogen Storage. by. Zulkarnain Jalil APLIKASI FUEL CELL PADA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI by. Charles...

Read More

Fuel Cell Dilirik Gantikan BBM

Posted by on Nov 12, 2014 in News | 0 comments

 Fuel Cell Dilirik Gantikan BBM Fuel cell adalah perangkat elektro-kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik kliping JAKARTA, JITUNEWS.COM – Habisnya sumber minyak bumi menjadi momok menakutkan kehidupan bumi. Para peneliti kini tengah mengembangkan energi baru untuk menggantikan peran energi fosil. Salah satu kandidat dan sangat menjanjikan sebagai solusi sumber energi untuk masa depan dunia adalah fuel cell.  Fuel cell adalah perangkat elektro-kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Dasar struktur fisik fuel cell terdiri dari lapisan elektrolit diapit oleh anoda dan katoda di sisi lain. Fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakaran internal di kendaraan dan menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan serta merupakan aplikasi energi portable yang hemat, bersih, dan relatif fleksibel. Melihat besarnya potensi dan peluang fuel cell dimasa depan di Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menginisiasi dibentuknya Indonesia Association Fuel Cell and Hydrogren Energy (INAFHE) sebagai wadah bagi seluruh elemen yang bergerak di bidang pengembangan fuel cell di Indonesia. Menurut Direktur Pusat Teknologi Material BPPT yang juga adalah Ketua INAFHE, Eniya Listiani Dewi, dengan dibentuknya INAFHE diharapkan pengembangan energi fuel cell dan hidrogen di Indonesia akan lebih pesat dan terarah. “Salah satu tujuan terbentuknya INAFHE ini adalah untuk memajukan dan mengembangkan Iptek pada energi fuel cell dan hidrogen untuk kepentingan masyarakat banyak. Tujuan inilah yang harus kita jaga dan wujudkan,” terangnya di Jakarta. Ada banyak pilihan potensial sumber mentah dari sumber terbarukan untuk mengasilkan hidrogen. Sebagai sebuah teknologi yang secara potensi dapat dimanfaatkan secara luas untuk berbagai aplikasi termasuk transportasi, mikro power, BTS, untuk bangunan dan didistribusikan ke aplikasi pembangkitan, dan sumber energi terpusat, aplikasi fuel cell tersebut akan menjadi industri yang berkembang di seluruh dunia. Pada jangka pendek, produksi hidrogen yang terdistribusi melalui reform gas alam atau dengan elektrolisis akan menjadi pendekatan yang paling memungkinkan untuk memperkenalkan teknologi hidrogen dan awal untuk membangun sebuah infrastruktur hidrogen. Sedangkan pada jangka panjang, fasilitas produksi hidrogen skala besar yang tersentralisasi berbasis pada produksi hidrogen melalui gasifikasi batubara dan melalui gasifikasi biomassa akan memberi keuntungan sekala ekonomi serta akan dibutuhkan untuk memnuhi kebutuhan hidrogen dan di masa yang akan datang akan memberikan efek yang positif bagi ekonomi nasional. Penulis : Vicky Anggriawan Editor : Tommy Ismaya Sumber :...

Read More

Listrik dari “Fuel Cell”

Posted by on Nov 11, 2014 in News | 0 comments

Listrik dari “Fuel Cell” Kliping Ilmuwan Indonesia berhasil mengembangkan pembangkit fuel cell sebagai antisipasi krisis energi. Selain untuk menjamin ketersediaan listrik, aplikasi teknologi sel tunam merupakan bentuk komitmen terhadap lingkungan. Tak dimungkiri bila energi listrik telah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi dalam kehidupan sehari-hari setiap orang, mulai dari sekadar untuk penerangan hingga “menghidupkan” perangkat elektronik guna menunjang produktivitas. Lebih dari itu, listrik memiliki peran penting bagi industri sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan roda perekonomian. Sayangnya, hingga sekarang, antara kebutuhan dan kapasitas listrik di Indonesia belum ideal. Buktinya, dalam beberapa tahun terakhir ini, masih sering terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah. Kondisi itu barangkali masih dianggap lumrah bagi sebagian orang, tapi bagi industri, pemadaman listrik berarti merugi karena tidak dapat berproduksi. Menurut anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran, jika Indonesia ingin mengandalkan kekuatan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, idealnya kapasitas listrik sebesar 0,6–1 kW per kapita. Sementara kapasitas listrik di Indonesia hanya 50 gigawatt untuk 240 juta orang. Artinya, kapasitas listrik negeri ini masih berkisar 0,2 kilowatt (kW) per kapita. “Kalau kita mau mengandalkan kekuatan industri, butuh 0,6–1 kW per kapita. Kita sekarang baru 0,2 kW per kapita,” tandas Tumiran dalam diskusi bertema “Menunggu Keberanian Pemerintah Mengatasi Krisis Energi” di Jakarta, beberapa waktu lalu. Permasalahan kelistrikan tersebut, tambah Tumiran, akan semakin pelik dalam dua tahun ke depan apabila tidak ada penambahan pembangkit baru. Asumsinya, saat ini pertumbuhan listrik di Jawa mencapai 10 persen per tahun, sementara beban puncak (peak) mencapai 24 gigawatt. Apabila pertumbuhan listrik tidak ada perubahan, butuh tambahan sebesar 2,4 gigawatt per tahun. Sementara itu, sekarang ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya memunyai kapasitas listrik 29 gigawatt. Jika tidak ada pembangunan pembangkit baru dalam dua tahun ke depan, akan ada tambahan kebutuhan listrik mendekati 5 gigawatt. Dengan kata lain, apabila tidak ada pembangunan pembangkit baru, kapasitas listrik PLN akan mengalami beban puncak. “Jika dua tahun lagi ada tambahan 5 gigawatt, pembangkit PLN akan kolaps,” kata Tumiran. Oleh karena itu, butuh terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan listrik industri maupun rumah tangga di Indonesia. Antisipasi Krisis Listrik Sebagai upaya antisipasi krisis listrik, sejumlah industri telekomunikasi di Indonesia telah mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan sel tunam (fuel cell), yaitu perangkat elektrokimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi listrik. “Sebagian industri telekomunikasi di Indonesia telah menggunakan fuel cell sebagai back up listrik apabila mendadak ada pemadaman dari PLN,” ungkap Ketua Indonesia Association Fuel Cell and Hydrogen Energy (INAFHE), Eniya Listiani Dewi, di Jakarta, belum lama ini. Selain untuk menjamin ketersediaan listrik, dari hasil penulusuran Eni, sejumlah perusahaan telekomunikasi mengaplikasikan teknologi fuel cell menjadi bentuk komitmen peduli lingkungan. Maklum, fuel cell berbahan bakar hidrogen tidak menghasilkan partikel polusi bagi lingkungan. Berbeda ketika perusahaan masih menggunakan mesin diesel berbahan bakar minyak (BBM)...

Read More