ICFCHT2015

Posted by on Dec 22, 2014 in Event | 0 comments

ICFCHT2015 As one of the most versatile energy solutions ever invented, fuel cells are able to generate clean, efficient and reliable power for almost any device requiring electricity and because of that, it have a great significant role to play in a number of energy end-use sectors from electric vehicle to power plant. In the future, fuel cell could powers our cars with hydrogen replacing the petroleum fuel that is used in the most vehicles today. Seeing the fuel cell and hydrogen as a great opportunity to expanding the importance and application to the world, we take a great pleasure to organize and to cordially invite you to attend the International Conference of Fuel Cell and Hydrogen Technology 2015 (ICFCHT2015) at The Pullman Kuala Lumpur on 4-6 November 2015. For more details regarding the conference, please review the description on website. If you have any questions, please do not hesitate to contact us. Your presence at this conference is important to us. We look forward to seeing you...

Read More

Fuel Cell Dilirik Gantikan BBM

Posted by on Nov 12, 2014 in News | 0 comments

 Fuel Cell Dilirik Gantikan BBM Fuel cell adalah perangkat elektro-kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik kliping JAKARTA, JITUNEWS.COM – Habisnya sumber minyak bumi menjadi momok menakutkan kehidupan bumi. Para peneliti kini tengah mengembangkan energi baru untuk menggantikan peran energi fosil. Salah satu kandidat dan sangat menjanjikan sebagai solusi sumber energi untuk masa depan dunia adalah fuel cell.  Fuel cell adalah perangkat elektro-kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Dasar struktur fisik fuel cell terdiri dari lapisan elektrolit diapit oleh anoda dan katoda di sisi lain. Fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakaran internal di kendaraan dan menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan serta merupakan aplikasi energi portable yang hemat, bersih, dan relatif fleksibel. Melihat besarnya potensi dan peluang fuel cell dimasa depan di Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menginisiasi dibentuknya Indonesia Association Fuel Cell and Hydrogren Energy (INAFHE) sebagai wadah bagi seluruh elemen yang bergerak di bidang pengembangan fuel cell di Indonesia. Menurut Direktur Pusat Teknologi Material BPPT yang juga adalah Ketua INAFHE, Eniya Listiani Dewi, dengan dibentuknya INAFHE diharapkan pengembangan energi fuel cell dan hidrogen di Indonesia akan lebih pesat dan terarah. “Salah satu tujuan terbentuknya INAFHE ini adalah untuk memajukan dan mengembangkan Iptek pada energi fuel cell dan hidrogen untuk kepentingan masyarakat banyak. Tujuan inilah yang harus kita jaga dan wujudkan,” terangnya di Jakarta. Ada banyak pilihan potensial sumber mentah dari sumber terbarukan untuk mengasilkan hidrogen. Sebagai sebuah teknologi yang secara potensi dapat dimanfaatkan secara luas untuk berbagai aplikasi termasuk transportasi, mikro power, BTS, untuk bangunan dan didistribusikan ke aplikasi pembangkitan, dan sumber energi terpusat, aplikasi fuel cell tersebut akan menjadi industri yang berkembang di seluruh dunia. Pada jangka pendek, produksi hidrogen yang terdistribusi melalui reform gas alam atau dengan elektrolisis akan menjadi pendekatan yang paling memungkinkan untuk memperkenalkan teknologi hidrogen dan awal untuk membangun sebuah infrastruktur hidrogen. Sedangkan pada jangka panjang, fasilitas produksi hidrogen skala besar yang tersentralisasi berbasis pada produksi hidrogen melalui gasifikasi batubara dan melalui gasifikasi biomassa akan memberi keuntungan sekala ekonomi serta akan dibutuhkan untuk memnuhi kebutuhan hidrogen dan di masa yang akan datang akan memberikan efek yang positif bagi ekonomi nasional. Penulis : Vicky Anggriawan Editor : Tommy Ismaya Sumber :...

Read More

Listrik dari “Fuel Cell”

Posted by on Nov 11, 2014 in News | 0 comments

Listrik dari “Fuel Cell” Kliping Ilmuwan Indonesia berhasil mengembangkan pembangkit fuel cell sebagai antisipasi krisis energi. Selain untuk menjamin ketersediaan listrik, aplikasi teknologi sel tunam merupakan bentuk komitmen terhadap lingkungan. Tak dimungkiri bila energi listrik telah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi dalam kehidupan sehari-hari setiap orang, mulai dari sekadar untuk penerangan hingga “menghidupkan” perangkat elektronik guna menunjang produktivitas. Lebih dari itu, listrik memiliki peran penting bagi industri sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan roda perekonomian. Sayangnya, hingga sekarang, antara kebutuhan dan kapasitas listrik di Indonesia belum ideal. Buktinya, dalam beberapa tahun terakhir ini, masih sering terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah. Kondisi itu barangkali masih dianggap lumrah bagi sebagian orang, tapi bagi industri, pemadaman listrik berarti merugi karena tidak dapat berproduksi. Menurut anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran, jika Indonesia ingin mengandalkan kekuatan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, idealnya kapasitas listrik sebesar 0,6–1 kW per kapita. Sementara kapasitas listrik di Indonesia hanya 50 gigawatt untuk 240 juta orang. Artinya, kapasitas listrik negeri ini masih berkisar 0,2 kilowatt (kW) per kapita. “Kalau kita mau mengandalkan kekuatan industri, butuh 0,6–1 kW per kapita. Kita sekarang baru 0,2 kW per kapita,” tandas Tumiran dalam diskusi bertema “Menunggu Keberanian Pemerintah Mengatasi Krisis Energi” di Jakarta, beberapa waktu lalu. Permasalahan kelistrikan tersebut, tambah Tumiran, akan semakin pelik dalam dua tahun ke depan apabila tidak ada penambahan pembangkit baru. Asumsinya, saat ini pertumbuhan listrik di Jawa mencapai 10 persen per tahun, sementara beban puncak (peak) mencapai 24 gigawatt. Apabila pertumbuhan listrik tidak ada perubahan, butuh tambahan sebesar 2,4 gigawatt per tahun. Sementara itu, sekarang ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya memunyai kapasitas listrik 29 gigawatt. Jika tidak ada pembangunan pembangkit baru dalam dua tahun ke depan, akan ada tambahan kebutuhan listrik mendekati 5 gigawatt. Dengan kata lain, apabila tidak ada pembangunan pembangkit baru, kapasitas listrik PLN akan mengalami beban puncak. “Jika dua tahun lagi ada tambahan 5 gigawatt, pembangkit PLN akan kolaps,” kata Tumiran. Oleh karena itu, butuh terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan listrik industri maupun rumah tangga di Indonesia. Antisipasi Krisis Listrik Sebagai upaya antisipasi krisis listrik, sejumlah industri telekomunikasi di Indonesia telah mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan sel tunam (fuel cell), yaitu perangkat elektrokimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi listrik. “Sebagian industri telekomunikasi di Indonesia telah menggunakan fuel cell sebagai back up listrik apabila mendadak ada pemadaman dari PLN,” ungkap Ketua Indonesia Association Fuel Cell and Hydrogen Energy (INAFHE), Eniya Listiani Dewi, di Jakarta, belum lama ini. Selain untuk menjamin ketersediaan listrik, dari hasil penulusuran Eni, sejumlah perusahaan telekomunikasi mengaplikasikan teknologi fuel cell menjadi bentuk komitmen peduli lingkungan. Maklum, fuel cell berbahan bakar hidrogen tidak menghasilkan partikel polusi bagi lingkungan. Berbeda ketika perusahaan masih menggunakan mesin diesel berbahan bakar minyak (BBM)...

Read More

Energi Baru Bukan Sekadar untuk Industri

Posted by on Nov 10, 2014 in News | 0 comments

Energi Baru Bukan Sekadar untuk Industri Kliping Jakarta, CNN Indonesia — Untuk jangka panjang, sumber energi yang terbarukan bakal sangat bermanfaat untuk peningkatan ketahanan nasional. Data dari Buku Outlook Energi Indonesia 2014 (OEI 2014) menjelaskan permasalahan energi saat ini dan prediksi pasokan energi untuk kurun waktu 2012-2035.  Adanya keterbatasan sumber daya energi dapat menyebabkan total produksi energi dalam negeri tidak mampu lagi memenuhi konsumsi domestik pada tahun 2030, sehingga Indonesia akan menjadi negara ‘net importir energi’, yang berarti ketergantungan yang tinggi pada impor energi. Untuk itu, sangat diperlukannya penerapan atau penemuan baru demi mempertahankan energi nasional. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menerapkan fuel cell sebagai industri sumber energi terpusat. Fuel cell adalah perangkat elektro-kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. BPPT melihat fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakar internal di kendaraan, menyediakan energi pada pengisian BBM, dan mendistribusikan aplikasi pada transportasi dan BTS ke aplikasi pembangkitan. Adapun potensial sumber mentah yang dapat menghasilkan energi hidrogen melalui sumber terbarukan. Bahan-bahan yang dapat memproduksi energi hidogren antara lain metanol, air, biomass, dan lembah cair. Dibantu dengan dibangunnya energi nuklir, sebuah PLTN juga dapat memproduksi hidrogen. Perusahaan Pertamina sebagai salah satu instansi yang tergabung di dalam asosiasi Indonesian Association for Fuel Cell and Hydrogen Energy (INAFHE) juga diyakini akan membantu mengkonversi minyak menjadi gas. “Teknologi fuel cell dan hidrogen akan menjadi suatu industri yang akan memberikan efek positif bagi ekonomi nasional,” ujar Eniya Listiani selaku Direktur Pusat Teknologi Material BPPT, yang ditulis CNN Indonesia, Rabu (15/10). Energi ramah lingkungan Asosiasi INAFHE yang bekerjasama dengan instansi pendidikan Toulouse Perancis tersebut meyakini bahwa energi terbarukan memang harus membawa dampak positif, tidak hanya untuk kepentingan negara namun juga lingkungan. Perwakilan dari Kedutaan Besar Perancis, Joel Le Bail juga sangat prihatin atas perubahan iklim yang tengah melanda Bumi. “Tantangan ini (perubahan iklim) sifatnya universal, maka kerja sama antar negara sangat penting demi mencari solusi untuk mencegah kondisi Bumi yang sudah semakin buruk,” terang Bail, ditemui di tempat yang sama. Sekretaris BPPT, Jumain Appe menambahkan, batu bara sebagai sumber energi yang konvensional sebetulnya masih bisa tetap dimanfaatkan karena potensinya masih sangat besar, tapi akan menciptakan banyak polusi. Sementara Eniya menjelaskan bahwa tahun depan akan diluncurkan mobil dengan bahan bakar hidrogen di Kanada, Amerika Serikat, dan Jepang. Walau belum jelas perusahaan mobil apa yang dimaksud oleh Eniya, ia juga menyampaikan bahwa Jepang akan merilis hidrogen sebagai BBM kendaraan pada 2019 mendatang. Sumber :...

Read More

Kita Ingin Fuel Cell Bisa Dinikmati Masyarakat Banyak

Posted by on Nov 8, 2014 in News | 1 comment

Kita Ingin Fuel Cell Bisa Dinikmati Masyarakat Banyak Kliping Sebagai salah satu sumber energi terbarukan, fuel cell dianggap sebagai solusi energi yang memiliki potensi menjanjikan. Dengan sifatnya yang secara langsung mampu mengubah energi kimia menjadi energi listrik, fuel cell berpotensi mengganti mesin pembakaran internal pada kendaraan sekaligus menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan tersebut. Melihat besarnya potensi dan peluang fuel cell dimasa depan di Indonesia, BPPT menginisiasi dibentuknya Indonesia Association Fuel Cell and Hydrogren Energy (INAFHE) sebagai wadah bagi seluruh elemen yang bergerak di bidang pengembangan fuel cell di Indonesia. Menurut Direktur Pusat Teknologi Material BPPT yang juga adalah Ketua INAFHE, Eniya Listiani Dewi, dengan dibentuknya INAFHE diharapkan pengembangan energi fuel cell dan hidrogen di Indonesia akan lebih pesat dan terarah. “Salah satu tujuan terbentuknya INAFHE ini adalah untuk memajukan dan mengembangkan Iptek pada energi fuel cell dan hidrogen untuk kepentingan masyarakat banyak. Tujuan inilah yang harus kita jaga dan wujudkan,” terangnya usai deklarasi penandatanganan pembentukan INAFHE, pagi tadi di BPPT (14/10). Dengan anggota yang berasal dari berbagai unsur, Eniya menambahkan, diharapkan INAFHE dapat memperkuat serta memperluas jaringan kerjasama lintas sektor. “Anggota INAFHE terdiri dari berbagai unsur mulai dari badan Litbang, pendidikan, pemangku kebijakan sampai pada pihak swasta, kami berharap akan membawa banyak kemudahan baik bagi pelaku bisnis maupun pemerintah dalam usaha pengembangan energi fuel cell Indonesia,” pungkasnya. Sebagai informasi, anggota INAFHE terdiri dari BPPT, LIPI, BATAN, Kementerian ESDM, ITB, UGM, Universitas Kebangsaan Malaysia, Pertamina, Total, PT Cascadiant Indonesia dan Perusahaan Prancis Air Liquide Hydrogen . Penandatangan deklarasi dilakukan oleh seluruh perwakilan dan Anggota INAFHE dan disaksikan oleh Kepala BPPT serta Perwakilan Kedubes Prancis. Sumber :...

Read More