BPPT Gandeng Universitas Toulose Prancis Kembangkan Teknologi Fuel Cell dan Hidrogen

Kliping

[JAKARTA] Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng Universite Federale Toulouse Prancis dalam riset pengembangan energi terbarukan fuel cell dan hidrogen yang bisa dijadikan energi masa depan.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan BPPT terus memperbanyak kerja sama di bidang energi baru terbarukan (EBT). Dalam kesempatan ini BPPT menjalin kerja sama dengan universitas dari Prancis lewat saling tukar menukar pengalaman, karena Perancis memiliki pengetahuan berupa teknologi tinggi nuklir, hidrogen dan fuel cell.

“Beberapa orang BPPT nanti akan mengambil pendidikan di sana. Kita di sisi keilmuwan saling tukar menukar teknologi,” katanya di sela-sela penandatangan MoU BPPT dan Universitas Toulouse Prancis di Jakarta, Selasa (14/10).

Unggul meyakini kerja sama ini akan meningkatkan capacity building, pengetahuan sehingga dapat menambah kapabilitas untuk menghasilkan inovasi di bidang energi.

“Selama ini kita banyak bekerja sama dengan Jepang, sekarang kita coba sama Eropa,” ucapnya.

Fuel cell atau sel bahan bakar adalah perangkat elektro kimia yang secara langsung mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Dasar struktur fisik fuel cell terdiri dari lapisan elektrolit diapit oleh anoda dan katoda di sisi lain.

Fuel cell memiliki potensi untuk mengganti mesin pembakaran internal di kendaraan dan menyediakan energi pada pengisian bahan bakar kendaraan serta merupakan aplikasi energi portable yang hemat, bersih dan relatif fleksibel. Ada banyak pilihan potensial sumber mentah dari sumber terbarukan untuk menghasilkan hidrogen.

Fuel cell juga merupakan sebuah alat elektrokimia yang mirip baterai, tetapi berbeda karena dirancang untuk dapat diisi terus reaktannya yang terkonsumsi yaitu memproduksi listrik dari penyediaan bahan bakar hidrogen.

Jika elektrode dalam baterai bereaksi dan berganti pada saat baterai diisi atau dibuang energinya sedangkan elektrode sel bahan bakar relatif stabil.

Perwakilan University Toulouse di Indonesia Jean Paul Toutain mengungkapkan kerja sama antara Indonesia dan Universitas Toulouse merupakan kerja sama yang sangat baik di bidang akademik dan riset.

Attache for Scientific Coorperation French Embassy Joel Le Bail memandang saat ini dunia mengalami tantangan dalam menghadapi pemanasan global, dengan meningkatnya temperatur.

“Ini menjadi tantangan universitas dan kita bersama untuk menemukan solusi untuk menurunkan emisi CO2 dan kita harus melakukan aksi nyata,” ucapnya.

Setiap manusia lanjutnya tentu membutuhkan energi, namun bagaimana energi yang digunakan bisa menurunkan emisi CO2 dan lingkungan tetap terjaga. [R-15/L-8]

Sumber : http://sp.beritasatu.com/nasional/bppt-gandeng-universitas-toulose-prancis-kembangkan-teknologi-fuel-cell-dan-hidrogen/66996